Wednesday, November 16, 2016

HUKUM TIDAK INDEPENDEN

By: Muhammad Sirul Haq (Ketua DPW APPBJI Sulsel dan Ketua DPC Pospera Makassar)

Om Talcott Parsons mengatakan bahwa hukum itu sangat dipengaruhi kepentingan diluar hukum, energi yang paling berpengaruh adalah kepentingan ekonomi, politik, sosial dan hukum itu sendiri.

Motif ekonomi sangat berperan melabilkan hukum, setelah itu kekuatan politik, kemudian menyusul tekanan sosial dan yang terakhir hukum itu sendiri. Saya menyukai doktrin ini, dan dulu yang sering mengulang2 pembelajaran ini, bahkan lintas mata kuliah adalah almarhum Prof AA.

Asalkan anda jangan sampai tersesat di belantara hukum ataupun tak kuat menjelajah kajian empiris, pasti menemukan teori ini dalam bahasa sosiologis hukum. Teori yang sangat menyenangkan, karenanyalah kita melihat bahwa sosok hukum baik das sein maupun das sollen akan selalu bergerak dinamis, walaupun dalam aturan perundang-undangan terasa sangat statis.

Hukum di Indonesia, akhir2 ini mendapat ujian berat karena desakan kepentingan ekonomi, politik dan sosial dipaksa bergerak dinamis mengikuti pesanan para pemain. Sementara negara melalui kaki tangannya, yakni tangan2 kepolisian diuji ketahanannya menegakkan hukum ditengah terpaan tekanan ekonomi, politik dan sosial yang menghembuskan permusuhan dan titipan kepentingan.

Makanya jangan heran kalau hukum akhir2 ini menemukan kegalauannya bahkan terkesan baper, karena apapun yang dikerjakan tangan2 hukum melalui catur wangsa selalu mendapat kritik pedas dari egoisme ekonomi, politik dan sosial.

Hukum mendapati dirinya dalam cobaan masyarakat yang baru melek aturan pasca reformasi 98, ketika dorongan negara hukum melalui sistem demokrasi mulai ditegakkan dan menjadi panglima. Dapat dipastikan kedepan gonjangan ekonomi, politik dan sosial hari ini memberikan penguatan hukum, bahwa kehidupan berbangsa bernegara akan lumpuh tanpa rule of the law.

*mari minum susu yang telah tercemari kopi

Tuesday, October 4, 2016

DPAC Pospera Biringkanaya Ancam Laporkan Kepsek SMAN 7 Makassar ke Dinas Pendidikan Makassar

Preferensi.net-Makassar: Dewan Pimpinan Anak Cabang Posko Perjuangan Rakyat Kecamatan Biringkaya Makassar (DPAC Pospera Biringkanaya) ancam laporkan Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Makassar (SMA 7 Makassar) terkait pemaksaan membayar sumbangan, Rabu 5/10/2016.

“Hal ini diakibatkan beberapa siswa SMA negeri 7 Makassar, tidak mengikuti ujian dikarenakan tidak membayar sumbangan sukarela sehingga guru guru SMAN 7  hanya mengizinkan masuk kelas bagi yang membayar sumbangan sukarela selama tiga bulan 75 ribu perbulannya di kali 3 bulan 225 ribu per siswa,” ungkap Wardiman, Ketua Divisi Advokasi DPAC Pospera Biringkanaya, Makassar ketika ditemui di Kantornya di Jalan Arungteko nomor 35 Sudiang.

Tambah Wardiman, “awalnya ini diketahui karena beberapa siswa maupun orang tua siswa keberatan dengan adanya unsur paksaan sumbangan sukarela yang dilakukan oleh SMAN 7 Makassar, kemudian datang melapor ke Kantor kami”.

Wardiman berjanji di depan para orang tua siswa dan siswa SMAN 7 Makassar akan membawa persoalan pungutan liar ini ke Dinas Pendidikan Makassar di bilangan jalan Hertasning Raya.

Nara Hubung Wardiman : +6281355033031

Monday, September 5, 2016

HRD PT Cargill Indonesia Cabang Makassar di Laporkan Polisi oleh Karyawannya

Preferensi.net - Makassar, Indar Bumaya, karyawan PT. Cargill Indonesia cabang Makassar yang terletak di KIMA Makassar Kavling 9 melaporkan HRD PT Cargill Indonesia dengan inisial oknum LT dan MKR, atas tuduhan melakukan penggelapan uang perusahaan.

Indar Bumaya melaporkan atas tuduhan tersebut dengan melapor ke SKPT Polda Sulselbar dengan Tanda Bukti Lapor Nomor : LPB/499/IX/2016/SPKT dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau pencekaran nama baik melalui tulisan yang diterima tanggal 6 September 2016.

"Laporan ini sebagai bentuk penegakan hukum atas penganiayaan karyawan, jangan karena kami karyawan mau dianiaya terus oleh oknum di perusahan PT. Cargill Indonesia cabang Makassar yang tanpa dasar," ungkap Indar Bumaya, karyawan PT Cargill Indonesia cabang Makassar yang sementara di skorsing di Polda Sulselbar, Selasa, 6 September 2016.

Sunday, September 4, 2016

Pospera Sulsel Aksi Depan Polda Sulselbar Desak Tangkap Gendo

Preferensi.net - Pospera Sulsel Aksi Depan Polda Sulselbar Desak Tangkap Gendo terkait pelecehan yang dilakukan I Wayan Suwardana alias Gendo, Senin, 5 September 2016.

Demo ini terkait tindak lanjut dari laporan polisi yang telah dilakukan Pospera di lima provinsi yakni Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Bali atas pelecehan nama Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) menjadi Posko Pemerasan Rakyat yang dilakukan Gendo.

"Tangkap Gendo Sara, kita tidak terima bila Gendo melecehkan organisasi kami. Perlu untuk ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian secara serius dengan menangkap Gendo," ujar  Dedy Abrar Hamsir, Ketua DPD Pospera Sulsel.

Wednesday, August 24, 2016

8 Ribu Lampu Lorong Siap Diluncurkan Walikota Makassar

Preferensi.net - 8 Ribu Lampu Lorong Siap Diluncurkan Walikota Makassar di tahun 2016 untuk menambah keindahan lorong. "Kita akan gerakkan 8 Ribu lampu lorong yang akan ditempatkan di seluruh lorong di Makassar," ungkap M Ramdan Pomanto, Walikota Makassar saat acara Malam Resepsi dan Ramah Tamah, Kecamatan Rappocini, Rabu, 24 Agustus 2016.

Kegiatan yang digelar di Jalan Pendidikan ini, menurut Walikota akan menggenjot penerimaan pendapatan Pemda senilai 1 Triliun lebih. "Jika lebih 1 Triliun, maka setiap Ketua RT dan RW akan dapat intensif yang lumayan diatas 1 juta. Dan baru 36 yang mendapat intensif tersebut setiap bulannya," ungkap Walikota dengan semangatnya.

Kegiatan ini dihadiri muspida pemerintahan kota Makassar, dewan, hingga seluruh warga Makassar dan khususnya warga Rappocini.

Wednesday, August 17, 2016

Pospera Makassar Mencari Wartawan Warga

Preferensi.net - Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat Makassar (Pospera Makassar) selenggarakan pelatihan Jurnalisme Warga, yang akan digelar Minggu, 21 Agustus 2016. “Pospera Makassar mencari wartawan warga untuk fokus pada reportase dan pembuatan berita terkait agenda Pospera selain akan ditujukan untuk bekerja profesional sebagai wartawan warga,” ungkap Muhammad Sirul Haq, Ketua Pospera Makassar, Kamis, 18/8/2016.

Lebih lanjut ketika ditemui di Kantor Pospera Makassar, Sirul mengungkapkan, “pelatihan ini juga memberi kemampuan khusus dalam pembuatan press release karena selain sebagai jurnalis warga juga sebagai paralegal warga yang mendampingi kasus agar diketahui publik.”

Pelatihan ini akan dilaksanakan secara mandiri, untuk itu mengharapkan kepada setiap peserta yang berkeinginan kuat dan bertekat keras menjadi wartawan warga memberikan biaya konstribusi sebesar Rp. 100ribu. “Biaya itu untuk konsumsi pelatihan, ATK, materi dan perangkat pelatihan termasuk sertifikat yang diperuntukkan bagi peserta, juga kegiatan terkait tindak lanjut pasca pelatihan,” ungkap Agus Salim, Ketua panitia pelaksana, Kamis, 18/8/2016 ketika ditemui di Kantor Pospera Makassar.

Pelatihan akan digelar di Kantor Pospera Makassar di Jalan Ujung Bori, Ruko Borong Bisnis Center No. C16, Borong, Makassar. Bagi warga yang berkeinginan dapat mengontak nara hubung, Agus 085341913216, Fauzi 082191396308 atau Fadhel 085299477299.

Ket Foto : Hasbi Lodang, Dewan Pembina DPD Pospera Sulsel

6 Alasan Pospera Laporkan Gendo Pentolan Walhi

Penjelasan Resmi Pospera terkait pelaporan @gendovara ke Mabes Polri.

1. Kedatangan ke Mabes Polri di lakukan oleh Pospera bukan untuk mengadukan penghinaan tapi melaporkan ujaran kebencian SARA sesuai pasal 28 UU ITE dan pasal 16 UU no 40 tahun 2008.

2. Apa yg dilaporkan terkait beberapa kata yaitu :

merendahkan fisik dan martabat manusia :
"gigi tidak rata", 
"muka jelek",

Menjadikan Marga sebagai ejekan :

"napitufulus"

Memanggil dengan kata yang menyamakan manusia dgn hewan "Nyet"

Menghina dan Merendahkan martabat organisasi dengan kata "Pos Pemeras Rakyat"

Dan beberapa kata yg lainnya.

3. Ucapan ucapan merendahkan kemanusiaan sudah ditulis berkali kali oleh terlapor di twitter nya sejak bulan Febuari 2016 hingga bulan Juli 2016.

4. Upaya penyelesaian di luar jalur hukum sudah di lakukan dengan 3 kali bersurat ke Dewan Nasional Walhi sejak bulan Juli 2016 dan meminta Dewan Nasional Walhi untuk mengklarifikasikan ujaran2 tersebut dan mengambil langkah2 yg dianggap perlu. Pemilik akun @gendovara adalah satu dari lima anggota Dewan Nasional Walhi.

5. Hingga hari ini Adian Napitupulu tdk pernah menjawab apapun ucapan akun @gendovara baik di twiiter maupun di sosmed lainnya. Karena masalah  SARA bukan masalah Adian tetapi masalah semua umat manusia maka Dengan demikian masalah ini di ambil alih oleh Organisasi sebagai pelapor.

6. Pospera mengecam siapapun yg mengkaitkan pelaporan tersebut dengan Reklamasi Teluk Benoa.

Bagi Pospera, tidak ada alasan apapun yang pantas bagi siapapun untuk menghina dan merendahkan martabat manusia, menghina Marga atau Suku, merendahkan martabat organisasi.

Siapapun  yg menghina atau merendahkan martabat manusia karena fisik dan marga nya sesungguhnya tidak menghina atau merendahkan martabat orang itu tapi menghina Tuhan yg menciptakan orang dan marga atau suku itu.

Sekjen DPP Pospera
Abd Rahim K Labungasa.
No hp : 085244877722

(Bantu sebarluaskan)