Monday, January 18, 2016

Pospera Maros Gandeng Pemda Maros Gelar Diskusi Publik Kawal Isu Kemasyarakatan

Assalamu Alaikum..
Attention Please.!!!

Sukseskan Dialog Publik Dpc Posko Perjuangan Rakyat bekerja sama dngan Pemda Maros  dengan Tema: "Mengawali Tahun dngan semangat perjuangan, upaya menjawab segala isu-isu kemasyarakatan, menuju kabupaten maros yang lebih baik" yg dilksanakan pd :

Hari/tgl : Minggu, 31 januari 2016
Pukul: 10.00 (wita)
tmpt : Aula Pendopo Maros.

Fasilitas yg diperoleh peserta Snack+sertifikat+cendramata+ ilmu yg bermamfaat. Seminar dibuka utk Umum.
Tidak dipungut biaya (GRATIS)
Hormat ku PanPel

Trimkasih. Wassalmu Alaikum Wr.wb
#bantu share

Sunday, January 17, 2016

MK Nyatakan Perkara Pilkada Kabupaten Gowa dan Selayar Kadaluwarsa


Preferensi.net - Jakarta : Mahkamah Konstitusi melalui Ketua Majelis Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat dalam Putusan Nomor Perkara 137/PHP.BUP-XIV/2016 Kabupaten Gowa dan Putusan Nomor Perkara 141/PHP.BUP-XIV/2016 Kabupaten Kepulauan Selayar menyatakan lewat tenggang waktu atau daluwarsa

Arief Hidayat dalam pembacaan putusannya, Senin, 18 Januari 2016 menyatakan perkara Kabupaten Gowa dan Kabupaten Kepulauan Selayar lewat tenggak waktu sehingga tidak dapat diterima dan menerima eksepsi Termohon KPU Gowa dan Kepulauan selayar dan pihak Terkait yang menang dalam perkara ini.

Keputusan yang dibacakan dikarenakan Pemohon Pemohonan Perkara Hasil Pemilihan Pilkada di Mahkamah Konstitusi terlambat mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi.

Sementara menurut Kuasa Hukum KPU Kabupaten Gowa dan Kepulauan Selayar, Muhammad Sirul Haq, ketika ditemui disela-sela sidang Mahkamah Konstitusi menyatakan, "Pembacaan putusan ini sudah dapat di prediksi karena sewaktu sidang agenda pembacaan Permohonan dan Jawaban Termohon dan Terkait, Pihak Pemohon mengakui secara langsung bahwa telat dalam mendaftarkan permohonan atau lewat waktu."

MK Tarik Perkara Pilkada Kabupaten Bulukumba


Preferensi.net - Jakarta : Mahkamah Konstitusi melalui Ketua Majelis Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat dalam Ketetapan Nomor Perkara 27/PHP.BUP-XIV/2016 Kabupaten Bulukumba, dinyatakan ditarik.

"Memerintahkan kepada panitera menerbitkan akta penarikan perkara dan memberikannya kepada para pihak," ungkapArief Hidayat dalam pembacaan penetapannya, Senin, 18 Januari 2016.

Bersama dengan perkara Pilkada Bulukumba, Arief Hidayat juga membacakan Ketetapan untuk Kabupaten Kota Baru, Boven Digoel, Toba Samosir dan Pesisir Barat.

Ketetapan yang dibacakan bukanlah putusan dikarenakan Pemohon Prrmohonan Perkara Hasil Pemilihan Pilkada di Mahkamah Konstitusi mencabut permohonan sebelum pembacaan Putusan Sela atau dismisal.

Sementara menurut Kuasa Hukum KPU Bulukumba, Muhammad Sirul Haq, ketika ditemui disela-sela sidang Mahkamah Konstitusi menyatakan, "Pembacaan penetapan ini sudah dapat di prediksi karena sewaktu sidang agenda pembacaan Jawaban Termohon dan Terkait, Pihak Pemohon mencabut gugatannya."

MK Tarik Perkara Pilkada Kabupaten Bulukumba


Preferensi.net - Jakarta : Mahkamah Konstitusi melalui Ketua Majelis Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat dalam Ketetapan Nomor Perkara 27/PHP.BUP-XIV/2016 Kabupaten Bulukumba, dinyatakan ditarik.

"Memerintahkan kepada panitera menerbitkan akta penarikan perkara dan memberikannya kepada para pihak," ungkapArief Hidayat dalam pembacaan penetapannya, Senin, 18 Januari 2016.

Bersama dengan perkara Pilkada Bulukumba, Arief Hidayat juga membacakan Ketetapan untuk Kabupaten Kota Baru, Boven Digoel, Toba Samosir dan Pesisir Barat.

Ketetapan yang dibacakan bukanlah putusan dikarenakan Pemohon Prrmohonan Perkara Hasil Pemilihan Pilkada di Mahkamah Konstitusi mencabut permohonan sebelum pembacaan Putusan Sela atau dismisal.

Sementara menurut Kuasa Hukum KPU Bulukumba, Muhammad Sirul Haq, ketika ditemui disela-sela sidang Mahkamah Konstitusi menyatakan, "Pembacaan penetapan ini sudah dapat di prediksi karena sewaktu sidang agenda pembacaan Jawaban Termohon dan Terkait, Pihak Pemohon mencabut gugatannya."

Tuesday, January 5, 2016

Lowongan Kerja 2016 di Net TV

Kali ada yg minat di media. Lowongan kerja Net TV

Dibutuhkan sekitar 15 sampai 20 presenter untuk NET tv dg syarat:
1. Sarjana pria wanita semua jurusan dan bisa fresh graduate
2. Maksimal 25 tahun
3. Bersedia mengikuti pendidikan sbg presenter dan reporter
4. Menjadi karyawan NET dg gaji pokok, tunjangan presenter, honor presenter, dll.
5. Lamaran dikirim ke email
ponco.wijaya@netmedia.com
kemal.ramdan@netmedia.com dan
dede.apriadi@netmedia.com

Monggo di share bagi yg membutuhkan 😊

Saturday, January 2, 2016

Pentingkah sekolah itu (Renungan Dedi Corbuzer)

Makassar-Prefensinews Berikut ini cuplikan opini seorang Dedi Corbuzer yang didapatkan dari salah satu akun line
PENTINGKAH SEKOLAH??? Baca ini kalau berani

Sekitar empat tahun yang lalu saya mengadakan seminar di sebuah sekolah ternama, dan hasilnya amat sangat mengguncang sekolah tersebut, karna setelah itu banyak guru dan kepala sekolah yang datang kepada saya mengatakan bahwa, apa yang saya sampaikan tidak pantas disampaikan kepada murid yang datang pada saat itu, karna saya lebih pro ke murid daripada ke sekolah tersebut.

Tapi saya akan mengatakan lagi hal ini ke anda supaya anda dapat mendengarkan apa yang saya sampaikan pada saat itu walaupun dalam waktu yang singkat karna hanya dalam bentuk suara rekaman suara saya.

Pertama, saya ingin mengatakan dulu bahwa sekolah itu, “penting”. Ok?
Jadi, bukan mengatakan bahwa anda tidak harus sekolah, jangan sampe ke sana larinya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa, walaupun sekolah itu penting,, namun banyak hal yang salah di dalam sekolah; terutama, di Indonesia.

Mengapa?

Begini saja...
Anda pasti tau bahwa banyak sekali anak2 yang jelek nilai sekolahnya atau tidak baik di sekolahnya, tapi besarnya bisa sukses. Sedangkan anak2 yang sukses di sekolah, saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak bisa sukses, tapi banyak sekali yang akhirnya kerja, menjadi pegawai biasa. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Karna masa depan tidak ditentukan oleh sekolah.

Kalo anda liat dari, apa sih yang ingin dibentuk oleh sekolah?
Menurut saya hanya satu, sekolah ingin membentuk anak2nya menjadi guru.

Jadi, guru matematika, ingin membuat anak2nya menjadi guru matematika. Guru sejarah ingin membuat anak2nya yang belajar, menjadi guru sejarah. Begitu juga dengan guru2 lainnya.
Anehnya, kalo kita ambil seorang guru, ambil saja, guru matematika. Lalu, kita beri test tentang geografi, saya berani yakin bahwa dia tidak menguasai geografi. Atau guru kimia, kita test seni rupa, saya yakin guru kimia tersebut tidak bisa melakukan test seni rupa, atau nilainya jelek.. Atau guru seni rupa, kita test olahraga, pasti dia juga tidak bisa olahraga dengan nilai baik.

Lalu mengapa, kalau guru2 tersebut tidak bisa melakukan hal lain dengan nilai baik, tapi murid2nya dipaksakan mendapatkan semua nilainya baik. Aneh kan???
Kalau gurunya saja hanya menguasai satu mata pelajaran, mengapa semua murid harus menguasai semua mata pelajaran.

Ya, mungkin untuk dasar, katanya.
Tapi, toh ternyata ketika sudah dewasa sang guru pun sadar bahwa dia tidak menggunakan atau tidak memerlukan semua ilmu/pelajaran yang diberikan pada saat dia kecil. Iya tidak???

Karna, pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa sempurna dalam segala hal, begitu juga murid2.
Murid2 tidak bisa menguasai semua hal secara baik. Banyak sekali pelajaran2 yang diberikan dan tidak digunakan ketika dewasa.

Contohnya begini saja, mempelajari peta buta. Saya sampai sekarang tidak tau kenapa saya harus mempelajari peta buta ketika saya kecil. Saya tidak menjadi ahli geografi, saya juga tidak menjadi tour guide, saya tidak menjadi itu. Lalu buat apa saya dulu mempelajari itu? Kalo saya ingin menjadi seorang tour guide atau saya ingin menjadi seorang ahli geografi, mungkin saya harus mempelajari hal tersebut.
Atau, menghafalkan nama2 gubernur, menghafalkan nama2 walikota, yang sedangkan walikota atau gubernur berganti setiap berapa tahun sekali.

Jadi, sangat amat tidak masuk akal, menurut saya. Saya tidak tahu sekarang masih atau tidak harus menghafal nama2 tersebut. Dulu saat saya masih sekolah, di SMP atau SMA saya lupa, guru akuntan saya mengatakan pada saya, karna nilai akuntan saya jelek.
“Kalau nilai akuntansi kamu jelek, Ded, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses.”
O ya? Ternyata saya bisa sukses dan saya bisa membayar akuntan yang bekerja pada saya. Itu adalah fakta..

Sekarang, begini sajalah, apa sih yang harus dirubah? Sekolahnya?

Mungkin sistemnya.
Mengapa tidak sejak kecil ketika anak masih dari sekolah SD, kita lihat dulu berapa lama, apa yang dia suka. Lalu kita bagi kelasnya. Kalau anak tersebut suka matematika, berikan pelajaran matematika lebih banyak, kalau anak tersebut suka sejarah, berikan dia pelajaran sejarah lebih banyak.

Jadi seperti orang kuliah tapi sejak kecil. Jadi sejak kecil anak itu sudah dijuruskan kepada apa yang dia suka, bukan dijejalkan dengan semua pelajaran yang dia suka atau tidak suka, harus bisa dan harus hafal. Ada anak dengan rengking satu yang bisa menghafalkan semuanya, tapi begitu dia menjadi dewasa, pikirannya telah terkotaki, kreativitasnya telah buntu, otak kanannya tidak akan jalan.

Kenapa?
Karna yang dipakai hanya otak kiri, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal.
Akhirnya, bukan pintar, bukan cerdik, tapi jago menghafal. Menghafal rumus matematika, menghafal sejarah, menghafal peta buta, dan sebagainya.Dan biasanya anak2 tersebut pelajaran olahraganya atau pelajaran seni rupanya jelek karna otak kanannya tidak dipakai.

Anak saya sekolah di sekolah internasional, dan sejak kecil, sejak SD, anak saya sudah diarahkan ke pelajaran mana yang dia lebih suka dan kelasnya lebih banyak. Jadi, kelasnya banyak dan anaknya sendiri yang datang ke kelas bukan gurunya yang datang ke kelas untuk mengajar anaknya.

Lalu bagaimana merubah itu semua???
Memang susah karna sekolah pasti tidak akan ingin merubah. Butuh tahunan untuk merubah itu.
Saya harap satu saat bisa. Tapi sebelum itu bisa, apabila yang mendengarkan suara saya ini orangtua, dengarkan ini baik2.
Apabila yang mendengarkan suara saya ini adalah anak2, minta orangtua anda untuk mendengarkan suara saya, sebentar saja.

Kalau seandainya orangtua mendukung apa yang paling anak sukai dalam mata pelajaran, mungkin dia akan menjadi anak yang lebih berhasil nanti kedepanya.
Bagaimana caranya?

Begini, pelajaran matematika merah, pelajaran seni rupa bagus, kenapa yang harus di lesi di rumah pelajaran matematika? Kenapa memanggil guru matematika untuk memberi les tambahan matematika?
Tidak perlu kan? Kenapa tidak dilesi sesuatu yang memang anak itu suka! Kalau anak saya pelajaran matematikanya jelek dan pelajaran seni rupanya bagus, saya tentu akan meleskan anak saya seni rupa, supaya bakatnya sudah mulai dikembangkan sejak kecil.Bukan memaksakan hal yang memang mereka tidak suka.

Kalau seni rupanya jelek, sejarahnya bagus, biarkan pelajaran seni rupanya jelek, pelajaran sejarahnya dibantu orangtuanya di rumah untuk lebih dikembangkan. Memang ada pelajaran2 yang kalau nilai anda jelek maka anda tidak lulus ujian atau tidak naik kelas.

Ya, kalo pelajaran2 seperti itu dibantu supaya mendapatkan nilai secukupnya, cukup untuk lulus & naik kelas tentunya. Tidak perlu sembilan, tidak perlu sepuluh.

ingat! nilai pelajaran anda tidak menentukan masa depan anda, nilai UAS anda tidak menentukan masa depan anda, anda rengking satu di kelas bukan berarti anda akan berhasil menjadi manusia kelak ketika anda dewasa, sama sekali tidak berhubungan menurut saya.

Kuncinya adalah orangtua di sini. Orangtua harus mendukung apa yang anak suka. Kalau ada pelajaran yang jelek, pelajaran yang baik, dukung pelajaran yang baik...
Jangan memaksakan terhadap anak dari yang asalnya pelajarannya jelek menjadi bagus, nilainya sembilan atau sepuluh, tidak penting!

Tidak perlu takut untuk mendapatkan nilai jelek!
Tidak perlu takut untuk tidak naik kelas!
Tidak naik kelas bukan berarti masa depan anda hancur!

Ada lho, anak yang sampai bunuh diri karna dia tidak naik kelas, justru itu yang hancur masa depannya.
Saya, pernah tidak naik kelas. Masalah? Tidak sama sekali.
Orangtua saya marah? Tidak sama sekali pada saat itu. Kebetulan orangtua saya berpikiran luar biasa dan moderat, dan tidak semua orangtua bisa seperti itu.

Tapi itulah yang saya harapkan dari para orangtua di Indonesia. Memberikan dukungan pada anak2nya, tidak memarahi anak pada saat nilai anaknya jelek, tidak menghakimi pada saat tidak semua pelajaran nilai sang anak mendapatkan yang terbaik. Kita harus mengerti dan mendukung apa yang anak itu suka.

Ingat sekali lagi bahwa,

Masa depan anda tidak tergantung pada pintar tidaknya anda di sekolah anda.
Masa depan anda, ada di tangan anda.
Jangan takut untuk mendapatkan merah di sekolah anda.
Kadang2, merah artinya sukses, untuk masa depan anda.

(Deddy Corbuzier)

Mahasiswa Unhas Korban Tabrak lari akhirnya meninggal dunia

Makassar-Prefensinews Mubbaliq (19 Tahun) mahasiswa Fisika Unhas korban tabrak lari yang berlangsung  tak jauh dari rumah sakit awal bros tempat korban dirawat akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu Sore (02/01/2016) akibat luka parah yang di derita.
Korban telah dirawat selama seminggu di rumah sakit Awal Bros. Pantauan penulis selama menjenguk korban, korban mengalami luka yang cukup parah di kepala dan leher. Korban selama dirawat tidak sadarkan diri alias koma akibat luka yang di deritanya.
Korban selama dirawat juga baru dijenguk keluarganya pas hari ketiga karena pada saat itu keluarga korban berada di bima.
Korban merupakan mahasiswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa. Korban berasal dari keluarga kurang mampu.
Total biaya perawatan korban yakni sekitar 55 juta dan total sumbangan yang korban dapatkan hingga 1 januari yakni 12 juta, sumbangan berasal dari berbagai pihak yang peduli dengan korban.
Selamat jalan mubaliq.