Copas dari kamar sebelah:
Breaking News..!!
Currency War
Makan Korban..!!
YUNANI bangkrut..!? Sebagai state (negara) Selasa (30/6) kemarin secara resmi Pemerintah Yunani menyatakan dirinya sebagai negara bangkrut.. Maknanya, negara ini tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya yang menumpuk segunung. Hutang Yunani kepada sejumlah negara dan lembaga kreditor mencapai 316 Miliard Euro atau setara dengan
Rp 4.740 triliun.
Kini dunia sedang menunggu hasil referendum di Yunani yang akan dilaksanakan tanggal 6 Juli mendatang. Referendum itu akan menentukan nasib negara yang selama ini hanya mengandalkan devisa dari bisnis turisme. Apakah Yunani akan berganti menjadi negara baru dengan nama baru, atau akan menyatakan diri sebagai negara jajahan dari sebuah negara lain (kemungkinan besarnya akan menyatakan diri sebagai jajahan Inggris).
Bersamaan dengan Yunani, ada sejumlah negara yang kemarin juga menyatakan diri sebagai negara bengkrut yaitu: Puerto Rico. Negeri di Karibia ini dinyatakan tidak mampu bayar utang sebesar 73 Miliard US dolar atau setara dengan Rp 949 triliun.
Selain Yunani dan Puerto Rico, ada sederet Negara yang masuk dalam daftar merah sebagai calon negara bangkrut. Diantaranya adalah Argentina...! Setelah melalui proses panjang hingga ke pengadilan, Argentina pun akhirnya dinyatakan gagal membayar utang yang jatuh tempo alias default.
Di bawah ini negara-negara yang masuk daftar tak mampu bayar utang dan terancam menjadi negara bangkrut:
1. Ekuador
2. Venezuela
3. Mesir
4. Pakistan
5. Indonesia
6. Timor Leste
7. Spanyol
8. Portugal, dan
9. Italia.
Menyikapi perkembangan ekonomi dunia yang sedang gonjang-ganjing sebagai akibat langsung dari terjadinya currency war, hari-hari ini Presiden Jokowi nggak bisa tidur nyeyak.Pasalnya, Indonesia berada dalam zona merah dengan total hutang sekitar Rp 3.500 triliun. (jumlah hutang ini akumulatif dari sejak Indonesia merdeka di bawah Presiden Soekarno hinggá era Presiden Jokowi saat ini)
Konon, pekan kemarin Jokowi menggelar rapat ekuin selama enam jam untuk menyikapi dan mengambil langkah-langkah menghadapi situasi dunia yang tengah dilanda curency war (perang nilai mata uang) dengan korban pertamanya Yunani dan Puerto Rico.
Salah satu kesimpulannya ádalah; Jokowi menyadari bahwa tim ekonominya (dalam kabinet) terlalu lemah dan tidak bisa diandalkan untuk menghadapi krisis akibat currency war.
Karenanya, Jokowi hampir dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet utamanya untuk pos-pos kementerian ekonomi.
1. Menko Ekuin Sofyan Djalil diganti Miranda Goeltom (yang baru saja keluar dari penjara karena habis masa tahanannya). Wanita jebolan FE-UI ini dikenal sebagai pakar fiskal.
2. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro diganti Sri Mulyani. Wanita jebolan FE-UI ini dikenal sebagai pakar ekonomi makro. Kehadiran salah satu direktur World Bank dalam kabinet Jokowi ini akan memberi efek psikologis bagi masyarakat dunia. Mbak Sri juga berperan penting dalam mendesain penyelamatan Indonesia pada krisis ekonomi (krismon) akhir tahun 1990-an. Deal antara Jokowi dan Sri Mulyani sudah dilakukan. Wanita asal Lampung ini menyatakan bersedia dan diperkirakan akan tiba di Tanah Air dari Amerika Serikat hari ini atau besok dan akan langsung dilantik oleh Jokowi sebagai menteri dan menko bersama Miranda Goeltom.
3. Menteri BUMN Rini Soemarno akan diganti oleh calon yang diusulkan oleh Megawati.
4. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel akan bertukar kursi dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin.
5. Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijanto akan diganti
dengan Jenderal Purnawirawan TNI Endriarton Sutarto
6. Menteri PAN Yuddy Chrisnandi akan diganti kader Partai Amanat Nasional Dradjat Wobowo atau kader dari PDI-P.
7. Menseskab Andi Wadjajanto akan digeser dan posisinya akan diisi Pramono Anung.
Oleh Presiden Jokowi, Sri Mulyani diharapkan dapat menyelamatkan nilai tukar rupiah (currency) yang kian hari terus melemah. Para pakar currency dunia dan analisis blumberg menyebutkan rupiah akan terjun bebas ke angka Rp 17.000 per satu US dólar dalam tiga bulan ke depan. Tahun 2016 depan, rupiah bahkan diprediksikan tembus Rp 25.000/dólar AS. Pada saat itulah Indonesia akan dinyatakan sebagai negara bangkrut dan akan terjadi chaos dimana-mana seperti kerusuhan pada krismon akhir tahun 1990-an.
Selain Sri Mulyani, di hanya ada dua ahli ekonomi makro yang sangat handal. Satunya lagi ádalah Anggito Abimanyu. Jebolan FEB UGM ini akan segera dilantik Preside Jokowi sebaga Kepala Badan Pengelola Dana Hají Indonesia. Ini merupakan lembaga baru.
Kepala badan lain yang akan dilantik Jokowi ádalah Sutiyoso sebagai Derektur BIN. Sutiyoso sangat kompeten memegang jabatan ini karena CV dia 80% karir militernya ádalah pada jabatan intelijen.
*dari sumber media sosial
No comments:
Post a Comment