Monday, July 6, 2015

ORMAS PARSINDO MINTA JOKOWI BERHENTI BEBANI HUTANG NEGARA

ORMAS PARSINDO MINTA JOKOWI BERHENTI BEBANI HUTANG NEGARA

Jakarta --- Ormas kebangsaan rumah pergerakan rakyat PARSINDO (Perisai Swara Rakyat Indonesia) meminta Presiden Jokowi berhenti bebani negara dengan hutang yang kian menumpuk. Stop cara mengelola negara dengan mencari hutang yang dapat membahayakan bagi kelangsungan berbangsa serta membebani rakyat dengan hutang.

"Cara mengelola negara dengan berhutang sama saja menjerumuskan bangsa kedalam kubangan yang dapat menenggelamkan negara. Jika terus menerus dilakukan bangsa ini bisa bangkrut.

"Ormas Parsindo menolak keras dan meminta Jokowi segera hentikan cara mengelola negara dengan berhutang. Negara jangan sampai dijual dengan alasan investasi. Penguasaan investasi pada single country dapat membahayakan bangsa, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa," tegas pria yang juga Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat).

Dikatakan Kabinet Jokowi sudah seperti drakula yang maniak menghisap investasi, seolah tidak melihat bahwa ketergantungan terhadap investasi asing yang tidak dibatasi akan menjadi masalah besar bagi bangsa dikemudian hari. Sebaiknya Jokowi tidak hanya memberi peluang investasi kepada China saja, tapi juga banyak negara untuk menghindari penguasaan secara tunggal.

Saat ini Jokowi selama delapan bulan pimpin Indonesia sudah membubuhkan utang hampir Rp. 850 Trilyun yang terdiri dari Pinjaman Cina Rp. 650 Trilyun, Bank Dunia Rp. 143 Trilyun dan Islamic Development Bank (IDB ) sebesar Rp. 66 Trilyun. Ini diluar SBN yang konon mencapai Rp. 452,8 trilyun.

"Jika benar Pemerintah perlu jelaskan ke rakyat, karena Persoalan Hutang ini sangat fantastik sebab saat HM. Soeharto selama 30 tahun (1967-1997) pimpin Orde Baru saja hanya membubuhkan hutang Rp. 91 trilyun dengan pembangunan yang dirasakan rakyat," tegas Jusuf Rizal yang mengusung Tommy Soeharto Capres 2019.

No comments: